Album Perdana Paduan Suara Dialita “Dunia Milik Kita”

Print

Daftar Lagu:
1. Ujian, diaransemen dan dimainkan bersama Frau
2. Salam Harapan, diaransemen dan dimainkan bersama Cholil Mahmud
3. Di Kaki-Kaki Tangkuban Perahu, diaransemen dan dimainkan bersama Sisir Tanah, Frau dan Lintang Radittya
4. Padi Untuk India, diaransemen dan dimainkan bersama Sisir Tanah
5. Taman Bunga Plantungan, diaransemen dan dimainkan bersama Kroncongan Agawe Santosa
6. Viva GANEFO, diaransemen dan dimainkan bersama Sisir Tanah
7. Lagu Untuk Anakku, diaransemen dan dimainkan bersama Cholil Mahmud
8. Kupandang Langit, diaransemen dan dimainkan bersama Frau dan Lintang Radittya
9. Dunia Milik Kita, diaransemen dan dimainkan bersama Cholil Mahmud dan Lintang Radittya
10. Asia Afrika Bersatu, diaransemen dan dimainkan bersama Nadya Hatta, Prihatmoko Catur dan Lintang Radittya

“Dunia Milik Kita” yang merupakan judul album perdana Paduan Suara Dialita akan dirilis secara digital dan dapat diunduh bebas pada hari peringatan kemerdekaan bangsa Indonesia, 17 Agustus 2016. Album ini bertujuan sebagai “silent monument tragedi 1965”, yaitu sebuah monumen yang akan mengingatkan kita untuk menyampaikan kepada publik tentang kebenaran sejarah masa lalu dan mencegah terjadinya peristiwa serupa oleh karena ketidaktahuan sejarah. Semangat kemerdekaan bangsa Indonesia dijadikan sebagai momen tepat untuk mendistribusikan lagu-lagu Dialita yang direkam pada bulan Maret lalu dengan dukungan dari Indonesia Visual Art Archive (IVAA).

Lagu-lagu Dialita diciptakan oleh tahanan politik saat dipenjara dan ada juga yang diciptakan saat sudah bebas di masa rezim Orde Baru. Pada masa Orde Baru situasi politik berada dalam tekanan dan keterbatasan, sehingga para eks-tapol tidak dapat dengan mudah hidup dalam sistem yang seperti itu. Peristiwa-peristiwa politik seperti ini yang dimulai dari penggulingan paksa masa pemerintahan Soekarno pada 1965, pergantian pemerintahan dengan rezim Orde Baru, dan munculnya kekerasan yang menyertai semakin bertumpuk tanpa adanya penyelesaian oleh Negara. Musik sebagai bentuk dari seni budaya popular dipilih untuk menyampaikan peristiwa-peristiwa yang terbatas diceritakan tersebut. Lagu-lagu tersebut dinyanyikan oleh Paduan Suara Dialita yang terdiri dari para penyintas dan keluarganya. Pilihan lagu yang dinyanyikan Dialita adalah lagu-lagu bersejarah. Getaran syair kehidupan dari lagu yang dinyanyikan, berisi pujaan kepada tanah air Indonesia, kerinduan seorang Ibu di dalam kamp pada anak-anak yang mereka tinggalkan, perjuangan hidup dalam kekangan, semangat keragaman dalam perbedaan, solidaritas hingga impian dan harapan akan kehidupan yang harmonis tanpa penindasan.

Dilita bersama musisi muda berkolaborasi menciptakan aransemen ulang lagu-lagu tersebut dan merekamnya untuk didistribusikan secara gratis melalui situs web http://yesnowave.com/. Musisi tersebut antara lain Frau, Sisir Tanah, Cholil Mahmud, Nadya Hatta, Prihatmoko Catur, Kroncongan Agawe Santosa dan Lintang Radittya. Lagu-lagu yang direkam adalah “Asia Afrika Bersatu”, “Dunia Milik Kita”, “Kupandang Langit”, “Lagu Untuk Anakku”, “Padi Untuk India”, “Di Kaki-kaki Tangkuban Perahu”, “Taman Bunga Plantungan”, “Salam Harapan”, “Viva GANEFO”, dan “Ujian”. Aransemen lagu-lagu tersebut dimaksudkan untuk memberikan nuansa baru yang sesuai dengan selera musik generasi muda di masa sekarang, yakni generasi muda yang tidak mengetahui peristiwa kekerasan 1965 yang jumlah-nya semakin bertambah dan juga memberikan perspektif lain atas korban peristiwa tersebut. Album ini dipublikasikan dengan menggunakan lisensi Creative Commons yang memberikan akses terbuka bagi publik untuk menyebarkan, menyalin, menggunakan dan menggubahnya secara bebas sehingga mampu mengembangkan aset karya seni budaya kita ke bentuk-bentuk baru. Album ini juga dibuat dalam bentuk CD bersama dengan booklet bersisi sejarah dibalik terciptanya lagu-lagu tersebut yang akan dirilis mendatang. Desain sampul album didesain oleh Wok The Rock dengan ilustrasi tanaman pangan liar yang digambar oleh Wedhar Riyadi.

Yes No Wave Music adalah sebuah label rekaman non-profit yang mendistribusikan musik
secara unduh bebas melalui jaringan internet dengan tujuan memberikan akses informasi dan karya seni secara terbuka dengan menggunakan lisensi Creative Commons.

Informasi lanjut: kontak Venti Wijayanti +6285 634 224 30, venti.wijayanti@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.