Rest In Prince

IMG_2115

Rest In Prince

Kabar duka datang lagi dari dunia musik. Kali ini musisi legendaris Prince yang populer dengan lagu Purple Rain. Prince yang berusia 57 tahun ditemukan dalam keadaan tidak sadar di dalam lift, di rumahnya Paisley Park Studios di Chanhassen, Minnesota.

Pihak berwajib telah memastikan bahwa pria tersebut adalah Prince Rogers Nelson, yang lebih dikenal dengan Prince. Mengenai penyebab kematian Prince akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dalam tulisan yang berbeda nanti, saya akan sedikit mengulas sepak terjang Prince yang kerap melakukan ‘perlawanan’ dengan industri musik yang ada selama ini. Misalnya dengan melakukan kontrol atas lagu-lagu yang dia ciptakan. Kemudian tentang bagaimana sikap Prince dalam mengantisipasi kemajuan teknologi, internet.

Selamat jalan, Prince…

Could you be
The most beautiful girl in the world
It’s plain to see
You’re the reason that God made a girl
(Alb. The Gold Experience, 1995)

Sumber: CNN

Bisnis Penerbit Musik

Refe_56a4d763571cd_HX6YSHGXRB

Music + Publishing

Sudah ada rencana beberapa waktu lalu untuk menulis soal music publishing alias penerbit musik. Hingga akhirnya pada tanggal 15 Maret kemarin membaca tautan artikel dari PR Newswire dan majalah Forbes yang memberitakan Michael Jackson (almarhum) melalui The Estate of Michael Jackson (The Estate) dan Sony Corporation telah bersepakat untuk menjual separuh (50%) hak kepemilikan Michael Jackson di Sony/ATV Music Publishing untuk diberikan secara penuh kepada Sony Corporation. Perjanjian ini senilai 750 juta dollar Amerika yang pastinya akan diterima oleh ahli waris Michael Jackson. Berapa rupiahkah nilai tersebut? Mungkin sekitar 9.825.000.000.000 rupiah atau pastinya bisa dihitung disini.

Saya pernah membaca kisah awal mengenai Michael Jackson yang pada waktu itu mulai naik daun ‘booming’ saat album Thriller mulai menghangat, belum paham mengenai apapun soal konsep music publishing, hingga akhirnya Michael bertemu Paul McCartney pada tahun 1982 di London saat keduanya melakukan rekaman untuk duet lagu Say, Say, Say. Paul menunjukkan kepada Michael satu buku yang berisi catatan mengenai hak/kuasa atas lagu-lagu yang dia beli dalam dekade sebelumnya, dan dia juga menunjukkan serta meyakinkan Michael hasil perolehan royaltinya hanya dalam kurun waktu setahun mampu meraup hampir 40 juta dollar (saat itu).

Begitu Paul selesai berbicara menjelaskan mengenai music publishing ini, Michael pun memandang ke arah Paul dan mengungkapkan: “Some day I’m gonna own your songs”. Paul pun tertawa dan berkomentar: “Great, good joke!”. Dan bagaimana juga kisah Michael Jackson yang mampu mengakuisisi ATV, memiliki hak penuh atas katalog lagu-lagu The Beatles dan kemudian akhirnya berkongsi dengan Sony membentuk Sony/ATV? Laporan lengkapnya ditulis oleh situs Celebrity Net Worth.

Oya, berkisah soal Sony/ATV yang memiliki kontrol atas lagu-lagu terbaik yang pernah ditulis, seperti: “New York, New York”, “Hallelujah”, “All You Need Is Love”, “You’ve Got a Friend”, “Moon River”, “Jailhouse Rock”, “The Mission Impossible Theme”, “Ain’t No Mountain High Enough”, “Over the Rainbow”, “Stand By Me”, “I Heard It Through The Grapevine” dan “Singin’ in the Rain.”

Sebagai tambahan, Sony/ATV juga mewakili kuasa hak cipta atas artis-artis legendaris  seperti: The Beatles, Leonard Cohen, Bob Dylan, Marvin Gaye, Michael Jackson, Carole King, Kraftwerk, Joni Mitchell, Willie Nelson, Roy Orbison, Queen, The Rolling Stones, Richie Sambora, Sting, The Supremes, Wyclef Jean, Hank Williams dan Stevie Wonder. Termasuk mereka juga yang sering merajai tangga lagu dunia, penulis lagu dan produser: Akon, Avicii, Calvin Harris, Jessie J, Alicia Keys, Lady Gaga, P!nk, RedOne, Shakira, Ed Sheeran, Sam Smith, Stargate, Taylor Swift, Kanye West dan Pharrell Williams.

Di tulisan ini saya tidak akan menjelaskan detail mengenai apakah itu sebenarnya penerbit musik atau publisher. Bagaimana juga soal perjalanan ataupun kisah sepak terjang para penerbit musik di Indonesia dari dulu hingga sekarang, dan mulai kapan istilah music publishing ini dikenal di Indonesia? Silahkan cari sendiri via Google atau Bing.

Bisnis yang masih ‘awam’ ini, bahkan bagi kalangan dan pelaku musik-nya sendiri, merupakan bisnis yang sangat menjanjikan dan investasi besar/jangka panjang (IMHO). Mungkin ke depan saya juga ada niatan untuk membangun satu bentuk usaha music publishing ini. Dengan gaya serta konsep yang lebih simpel dan sistem administrasi yang transparan, untuk menjembatani para pencipta lagu dan mereka yang memiliki keterlibatan langsung dengan bidang usaha ini.

Keinginan dan cita-citanya sih ingin mengumpulkan semua katalog dari berbagai artis ataupun musisi independen (pop, rock, metal, dangdut, keroncong, lagu daerah, dll.) mulai dari era tahun 1990’an sampai dengan era saat ini. Tidak muluk-muluk untuk membangun dan berkeinginan untuk menjadi besar. Namun dengan rencana konsep small business ini mudah-mudahan mampu memberikan solusi, alternatif pilihan dan bisa menyesuaikan dengan era kemajuan teknologi sekarang. Namun masih banyak hal yang masih harus saya pelajari dan persiapkan. Dan hal ini pastinya banyak berkaitan dengan aspek legal/hukum. Apakah ada entertainment lawyer maupun advokat/konsultan HKI yang mau berpartner dengan saya? 😉

Kredit Foto: Refe

Referensi: PR Newswire, Forbes