Generasi X Y Z

nielsen_heaviest_mobileuser

Tahun lalu saya cukup terkesan dengan grafis yang saya lihat di situs milik Nielsen ini. Detailnya bisa dilihat di artikel Age of Technology…

Sebelumnya dari beberapa artikel lokal tentang marketing yang saya cari dan saya baca, saya belum pernah menemukan kategorisasi atau pengelompokan untuk pembagian per target market atau segmentasi per generasi seperti di atas.

  • Generasi Z,merupakan kelompok umur dibawah 20 tahun
  • Millenials atau Generasi Y, merupakan kelompok umur antara 21 – 34 tahun
  • Generasi X, merupakan kelompok umur antara 35 – 49 tahun
  • Baby Boomers, merupakan kelompok umur antara 50 – 64 tahun
  • Generasi Sunyi, merupakan kelompok umur diatas 65 tahun

Kemudian saya hubungkan dengan artikel di Forbes, yang membahas tentang kondisi usaha ataupun bisnis di 2016 ini, bahwa tahun 2016 adalah eranya milik millenials atau Generasi Y. Mereka menguasai hampir seluruh pasar, secara kekuatan spending mereka cukup besar.

Kita yang saat ini sedang mengelola usaha ataupun bisnis, sudah saatnya untuk perlu mempersiapkan dan menciptakan hal-hal yang millenial-friendly serta belajar memahami karakter-karakter orang muda ini. Hal yang berkaitan dengan pelayanan konsumen serta menyangkut kepentingan pelanggan perlu untuk ditingkatkan.

Yang sedikit saya catat, hal-hal yang berbau simpel, mudah dimengerti dan tidak berbelit-belit, adalah sesuatu yang disukai Generasi Y ini.

Kredit Grafis: Nielsen

Billboard, Nielsen & YouTube

Hari Kamis kemarin Billboard dan Nielsen mengumumkan bahwa untuk keperluan tangga lagu/chart Hot 100, mereka akan menambahkan dan menggunakan data dari YouTube sebagai salah satu faktor penentunya.

Selama ini data untuk chart Hot 100 dirangkum dari penjualan single fisik/digital, data airplay radio, layanan radio streaming, dan juga data yang dikumpulkan oleh Nielsen. Tentunya ini merupakan satu perubahan besar semenjak tangga lagu Billboard pertama kali diperkenalkan 70 tahun lalu.

Nama-nama yang sangat dikenal dan besar melalui layanan video streaming YouTube, seperti Psy-Gangnam Style yang sangat populer, dan yang baru saja menjadi ‘hit’ (tapi belum ‘pecah’) saat ini Baauer-Harlem Shake langsung berada di puncak No. 1 Billboard Hot 100. Entah apa yang akan terjadi jika Billboard mengggunakan data YouTube ini ketika Gangnam Style sedang menggaung saat itu.

Lagu apapun yang populer di Amerika, pasti akan lebih mudah untuk jualan dimanapun, menurut saya.

Billboard-2012-12-08-dec_page_090