Teknologi Blockchain untuk Industri Musik

10211902263_495d100503_b

Dalam satu artikel di situs WEF (World Economic Forum) pada 23 Februari 2016 lalu, ada ulasan menarik mengenai teknologi blockchain yang bakal dianggap mampu merevolusi industri musik. Blockchain ataupun bitcoin semuanya adalah hal yang saling berkaitan.

Mengutip penjelasan dari blog Bitcoin Indonesia: “Bitcoin telah melahirkan sebuah metode unik untuk mencatat semua transaksi keuangan yang terjadi tanpa perlu mengandalkan sistem perbankan yang ada. Teknologi tersebut dikenal dengan nama ‘Blockchain’. Tidak peduli seberapa berhasilnya mata uang digital ini, teknologi yang menggerakkannya itulah yang sangat penting. Salah satu menteri di dunia bahkan menyatakan bahwa Blockchain dapat membuat bank sentral dianggap sebagai sesuatu yang kuno atau tidak dibutuhkan lagi.”

Apakah blockchain itu? Berikut penjelasannya… Bank mencatat semua transaksi finansial yang mereka lakukan di dalam sebuah ‘buku besar’ (atau ‘ledger’). Berpuluh-puluh tahun yang lalu, buku besar ini mungkin berbentuk ratusan buku tua yang sudah berdebu. Setiap kalimat baru yang muncul di dalam buku besar merupakan catatan transaksi yang baru terjadi. Catatan-catatan ini sekarang sudah didigitalkan, namun buku besar tersebut masih dimiliki dan dikontrol oleh suatu bank.

Blockchain itu unik karena buku besar yang ini tidak dikelola oleh satu organisasi atau pihak tertentu. Sebaliknya, catatan buku besar ini disebarluaskan secara publik dan dikelola oleh ribuan komputer di dunia dalam waktu yang bersamaan. Anda dapat melihat seluruh catatan transaksinya disini — coba cek, isinya sangat menakjubkan.

Buku besar yang dapat diakses dan dikelola oleh publik ini adalah kekuatan utama Blockchain. Setiap komputer yang terdapat di dalam jaringan dapat membuat catatan baru tentang transaksi yang baru terjadi, jelas Oscar Darmawan, Direktur Utama dari Bitcoin Indonesia. Ketika transaksi sudah dicatat di dalam buku besar global ini, sangat mustahil bagi siapapun untuk menghapus catatan transaksi tersebut.

Dan mengapa blockchain itu dianggap hal penting? Berikut rinciannya… Blockchain membuat transaksi pembayaran dapat terjadi dan tercatat tanpa menggunakan buku besar yang dikelola oleh sebuah bank. Awalnya, hal ini memang penting bagi Bitcoin (mata uang pertama yang beredar menggunakan teknologi tersebut) saja, namun kini teknologi buku besar tersebut mulai dapat digunakan dan diaplikasikan untuk apapun.

Seperti yang ditulis oleh seorang venture capitalist terkenal yang bernama Marc Andreessen: “Untuk pertama kalinya, Blockchain memberikan kesempatan kepada seorang pengguna Internet untuk mengirimkan sebuah properti digital yang unik ke pengguna internet yang lain. Transaksi yang terjadi dapat dijamin aman, dan semua orang dapat mengetahui bahwa suatu transaksi telah terjadi dan tidak ada seorangpun yang dapat melawan fakta tersebut.”

Kembali merujuk pada artikel di situs World Economic Forum tadi, penyanyi pop dan penulis lagu asal Inggris Imogen Heap sedang merintis konsep “fair trade” yang ditujukan bagi industri musik yang bertujuan untuk ‘menyingkirkan’ media perantara semacam iTunes dan Spotify, dengan memberikan hak kepemilikan yang lebih bagi musisi terkait dengan uang dan data yang tercipta dari hasil karya.

Single terkini Imogen Heap berjudul “Tiny Human”, yang dirilis tahun lalu melalui situs Ujo Music, dimana konsumen dapat membeli lagu tersebut, berikut data lagu secara lengkap, menggunakan cryptocurrency yang dinamakan Ether. Hasil penjualan lagu langsung didistribusikan kepada produser, pencipta lagu dan engineer yang terlibat di dalam produksi lagu tersebut.

Melalui single “Tiny Human” adalah merupakan awal mula bagi Imogen Heap yang sebenarnya sedang melakukan eksperimen, yaitu dengan membangun sebuah ekosistem musik secara menyeluruh yang disebut “Mycelia”. Heap ingin menciptakan satu platform gratis dimana musisi mampu melakukan kontrol terhadap data dari lagu-lagu mereka, dimana lagu tersebut beredar diantara penggemar dan musisi lain, termasuk berkaitan dengan kredit lagu, kapan dan dimana lagu itu diputar, dan transaksi apapun yang berkaitan dengan lagu tersebut. Semua informasi ini terlacak dengan menggunakan teknologi blockchain.

blockchain

Infografis yang menjelaskan cara kerja Blockchain

Bagi saya pribadi yang bukan merupakan ahli ekonomi dan keuangan serta bukan pengamat teknologi terkini, kesimpulan sederhana dari semua bahasan ini adalah bahwa satu kemajuan teknologi ala blockchain pada dasarnya adalah bertujuan untuk mengurangi atau menghapus keterlibatan pihak ketiga, keempat dst. Musisi atau pencipta lagu akan lebih diuntungkan serta memiliki lebih banyak kontrol, dan konsumen akan secara lebih mudah mengakses dan mendapatkan musik yang diinginkan. Mungkinkah model bisnis ini bisa diterapkan disini? Dan mampukah industri musik kita untuk mengadopsi? 💤💤💤

Oiya, saya juga baru tahu kalau saat ini nilai 1 BTC adalah sama dengan Rp 5.797.700,- (per 29 Februari 2016). Sewaktu awal-awal dulu baca artikel seputar Bitcoin sepertinya masih senilai sekian ratus/ribu rupiah saja… mungkin saya agak terlambat untuk mengenal dan memahami Bitcoin 🤑.

Dan masih panjang perjalanan dan kisah untuk Bitcoin… di Indonesia.

 

Kredit Foto: Photopin

Referensi: Bitcoin Indonesia, World Economic Forum, Financial Times

Musik Ventura

 

24265835812_4bbbb91dda_k

Apple Music

Melalui tulisan ini saya ingin sedikit menyumbang ide berkaitan dengan ‘permodalan’ atau ventura. Beberapa hari lalu melalui Netflix menonton film Something Ventured. Kisah beberapa investor kenamaan yang menanamkan modalnya di Apple, Intel, Atari, Cisco, dll. Kemudian saya berpikir bagaimana jika konsep ala ventura tersebut diterapkan disini, dan berkaitan dengan musik.

Di Indonesia, mengacu kepada Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1251/1988, perusahaan modal ventura dapat membantu permodalan maupun bantuan teknis yang diperlukan calon pengusaha maupun usaha yang sudah berjalan guna:

  • Pengembangan suatu penemuan baru
  • Pengembangan perusahaan yang pada tahap awal usahanya mengalami kesulitan dana
  • Membantu perusahaan yang berada pada tahap pengembangan
  • Membantu perusahaan yang berada dalam tahap kemunduran usaha
  • Pengembangan projek penelitian dan rekayasa
  • Pengembangan berbagai penggunaan teknologi baru dan alih teknologi baik dari dalam maupun luar negeri
  • Membantu pengalihan pemilikan perusahaan

Mengutip dari situs OJK (Otoritas Jasa Keuangan), yang dimaksud dengan Perusahaan Modal Ventura (Venture Capital Company) adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan/penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan (investee company) untuk jangka waktu tertentu dalam bentuk penyertaan saham, penyertaan melalui pembelian obligasi konversi, dan/atau pembiayaan berdasarkan pembagian atas hasil usaha.

Saya tidak akan membahas detail mengenai PMV ini, kalau ada yang paham dan mengerti dunia PMV secara rinci silahkan menambahkan dan berbagi disini. Dan sepertinya di tahun 2016 ini barangkali bisnis perusahaan modal ventura (PMV) akan lebih gegap gempita.

Disini saya hanya ingin menyinggung konsep sederhana musik ventura, permodalan yang dikhususkan dalam berbagai bentuk usaha di bidang (bisnis) musik. Secara khusus berhubungan dan berkaitan dengan pencipta lagu, music creator, musisi (solois atau band), yang secara lebih spesifik lagi masuk dikategori established. Ini juga bukan sekedar menyebut mereka yang punya uang besar atau investor, terus menganggap dirinya sebagai sosok executive producer saat menginvetasikan dananya bagi artis atau album rekaman tertentu. Ini merupakan usaha musik ventura dimana perusahaannya memang tercatat secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan sebagai perusahaan modal ventura.

Selama beberapa belas dan puluhan tahun lalu sepertinya hanya perusahaan-perusahaan rekaman yang berperan dalam (industri) musik Indonesia. Entah apakah konsep musik ventura ini merupakan sesuatu yang baru di Indonesia ataukah sudah ada yang menjalankan sebelumnya? Bakal disruptive? Tapi bagi saya usaha ini lebih masuk akal untuk situasi dan kondisi ‘permusikan’ tanah air saat ini dan untuk menghadapi keadaan ‘industri’ dalam beberapa kurun waktu ke depan.

Disini peran PMV tidak hanya sekadar menanam uang dan menginvestasikannya. Tapi PMV juga berperan secara bisnis untuk membangun karir si artis di lingkup global, misalnya menyiapkan marketing plan yang populer, memberikan arahan strategis kaitannya dengan development, dan memberikan dukungan secara penuh di dalam menghadapi ‘pasar musik’ yang dinamis dan selalu mengalami perubahan.

Untuk menggambarkan wacana yang saya pikirkan ini, saya ingin memberikan contoh. Ada XYZ Band yang merupakan established artis di Indonesia, sebelumnya sudah merilis 5 album di satu major recording company dengan penjualan hingga ratusan ribu kopi baik format digital ataupun fisik. Tahun ini mereka berniat merilis album penuh secara independent dan berencana tour ke ratusan kota hingga luar negara, namun karena keterbatasan dana untuk produksi dan berpromosi akhirnya tertunda beberapa bulan. Kemudian datanglah ABC Kapitalika sebagai PMV. Terjadi diskusi, negosiasi dan berakhir dengan kesepakatan antara XYZ Band dan ABC Kapitalika.

Dari kesepakatan di atas bisa dijabarkan sebagai berikut:

  • ABC Kapitalika memberikan dana total sekitar 10 milyar untuk mendukung album terbaru XYZ Band dengan jangka waktu kerjasama 4 tahun. Dana ini untuk membiayai produksi album, marketing, branding, promosi, tour dll.
  • Selain dana, XYZ Band akan mendapatkan support secara total berkaitan dengan artist development, konsultasi bisnis, entrepreneurship, dan sebagainya.
  • ABC Kapitalika memperoleh keuntungan 15% dari semua pendapatan yang diperoleh XYZ Band, mulai dari penjualan album/single, penjualan merchandise, kontrak sponsor atau brand, pendapatan dari lisensi & synchronization, pendapatan dari kontrak tour, pendapatan dari penjualan tiket.
  • Karena merupakan PMV resmi yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan, maka kerjasama antara ABC Kapitalika & XYZ Band ini adalah merupakan kerjasama yang tercatat dan dimonitor oleh negara.

Jadi, siap-siap ber-ventura kita? 🤑

Kredit Foto: freestocks.org