QQ Music

20130824030806183

Image: xiaomi.cn

Mungkin belum banyak dari kita yang mengakses layanan musik streaming QQ Music, tapi tentunya tidak asing bila kita mendengar WeChat yang merupakan sister company milik grup Tencent, yang dalam beberapa hari lalu dinobatkan sebagai the most valuable company in Asia. Tencent/Tencent Holdings Ltd. adalah sebuah perusahaan yang berpusat di kota Shenzhen, perusahaan ‘raksasa’ yang memiliki bisnis portal website, jejaring sosial, online game, aplikasi chat, software antivirus,  online adbrowserentertainment, dll.

Saya ingin sedikit membahas soal QQ Music, dimana model bisnis yang ditawarkan oleh QQ Music adalah kurang lebih sama dengan yang ditawarkan layanan global musik streaming populer lainnya: Spotify, Pandora, dll., yaitu berbayar dan freemium.

Konsumsi musik di dunia saat ini memang sedang mengalami perubahan besar, dari konsep downloading dan kini yang kian marak tentunya adalah streaming, baik gratisan ataupun berbayar (tanpa kita melupakan ‘raksasa’ YouTube, tentunya!). Mungkin jika selama ini kita hanya fokus melihat kreasi berbasis teknologi banyak berasal dari daratan Eropa dan Amerika saja, kini saatnya ‘mewaspadai’ kemajuan dan perkembangan teknologi dari daratan China ini yang memang sudah terbukti established, salah satunya QQ Music ini.

QQ Music telah mengklaim sebagai perusahaan music streaming yang telah menangguk untung dari layanannya. Sementara Spotify yang telah eksis sejak September 2008 , saat ini pun masih “berdarah-darah”, bahkan terancam rugi. Lebih dari 70% revenue Spotify digunakan untuk membayar royalti kepada pihak perusahaan rekaman dan copyright owner. Dari laporan yang saya baca ini dalam bahasa China ini kemudian di Google Translate kan, semoga saja saya tidak salah menangkap hal-hal yang dimaksud. Ada beberapa hal yang menarik untuk disampaikan dan perlu kita lihat, yaitu sebagai berikut:

  • Menurut beberapa data yang terpublikasikan, tanpa adanya pernyataan resmi, QQ Music dinyatakan telah meraih keuntungan. Dalam satu pertemuan QQ Music Industry Forum Media Sharing, menurut Wu Wei Lin selaku General Manager of Digital Music Banquet Tencent kepada media menyatakan “ya telah untung”.
  • Hal ini merupakan kejadian yang sangat luar biasa, karena dalam sejarah industri musik dunia, karena baru QQ Music yang menjadi satu-satunya perusahaan yang berhasil mengumumkan keuntungan atas layanan musik streaming.
  •  Model bisnis QQ Music adalah sama dengan kombinasi antara Spotify + iTunes Store, freemium dan berbayar untuk men-download.
  • Konsep digital album menjadi satu inovasi khususnya bagi platform musik di China. Meski konsep digital album ini hampir sama dengan konsep iTunes Store yaitu pengguna membayar kemudian men-download file dalam format MP3 ke komputernya, ternyata digital album lagu-lagu China lebih disukai karena memiliki lebih banyak value-added service.
  • Dengan memiliki WeChat dimana di dalamnya terdapat 762 juta pengguna aktif, Tencent secara mudah mampu meyakinkan dan bernegosiasi dengan perusahaan-perusahaan rekaman besar yang ada seperti Sony, Warner Music, dan YG Entertainment dari Korea Selatan. Konsep kerjasama distribusi secara eksklusif bisa dilakukan. Dan rata-rata user di China sudah sadar akan kemudahan ec0mmerce system, mereka membeli tiket konser dan memesan taxi cukup dari aplikasi WeChat.
  • Jumlah pengguna yang terus bertambah membuat posisi QQ Music terus meroket. Setiap harinya terdapat 100 juta pengguna aktif dan 400 juta pengguna aktif tiap bulannya. Dibandingkan dengan pengguna Spotify yang berjumlah 30 juta subsciber dan 100 juta pengguna aktif tiap bulannya.
  • Perusahaan analis iResearch dari China menyatakan bahwa, meski porsi pengguna QQ Music masih ‘sedikit’, mereka meramalkan bahwa separo user di China akan mau membayar apapun melalui aplikasi musiknya tahun ini. Baik untuk membeli digital album secara satuan/bukan berlangganan, ataupun membeli tiket konser. Kemauan untuk membayar adalah merupakan kunci utama.

Sebagai kesimpulan, pada bulan Juli 2016 lalu Tencent mengakuisisi mayoritas saham China Music Corporation, dan bermaksud menggabungkan layanan musik populer yang dimiliki China Music Corporation yaitu Kugou dan Kuwo. Penggabungan ini dimaksudkan untuk memperkuat dan memperluas layanan QQ Music tentunya. Dari penggabungan tiga unit ini akan menargetkan hampir lebih dari 800 juta pengguna.

Sungguh kita berbicara menyangkut angka-angka yang fantastik! Dan dalam lingkup ‘industri musik’ ini saya menanti gebrakan dari kompetitor terdekat Tencent, yaitu Alibaba, dimana sang big boss-nya telah ‘diminta’ untuk menjadi advisor dalam steering committee e-commerce Indonesia, yang disampaikan saat kedatangan Presiden Jokowi ke China untuk menghadiri pertemuan negara G20 beberapa waktu lalu.

Ref.: Mashable

WhatsApp Gratis untuk Selamanya

Screenshot_2016-01-19-10-30-21_com.whatsapp

Sedikit menyambung twit tadi malam mengenai layanan WhatsApp yang secara resmi diumumkan tidak berbayar lagi alias gratis untuk selamanya. Melalui blog resmi WhatsApp “Making WhatsApp free and more useful“, menurut mereka bahwa layanan berbayar tahunan yang selama ini dikenakan kepada pengguna tidak berjalan baik, dengan mempertimbangkan masih terbatasnya para pengguna kartu debit maupun kartu kredit sebagai alat pembayaran.

Sebelumnya, saat mendaftar layanan WhatsApp untuk pertama kali dengan mem-verfikasi nomor handphone adalah gratis untuk tahun pertama. Selanjutnya berbayar untuk tahun berikutnya. Gambar di atas adalah hasil capture dari WhatsApp di Android. Untuk di iOS seingat saya tidak ada pilihan berbayar hingga 3 sampai 5 tahun ke depan, hanya pilihan 1 tahun saja.

Dengan jumlah pengguna hampir mendekati 1 milyar,  (900 juta: data bulan September 2015), janji untuk tidak ada iklan, dan strategi menghadapi kompetisi dari layanan sejenis (Telegram, WeChat, Kik, LINE, Kakao Talk, BBM, hike, dll.), dengan pilihan ‘gratis’ ini tentu menjadi senjata utama untuk semakin banyak meraih pengguna global dan ‘menyingkirkan’ pesaing lainnya.

Dalam rilis blog WhatsApp dikabarkan tahun ini akan ada uji coba tools yang bisa dipergunakan untuk layanan bisnis ataupun kepentingan organisasi. Misal kita bisa berkomunikasi langsung dengan pihak bank atas transfer yang mencurigakan, atau kita bisa berkomunikasi dengan pihak maskapai sehubungan dengan jadwal pesawat yang mengalami keterlamabatan.

Yang dari dulu saya tunggu dari layanan WhatsApp ini adalah menu klaim @username, seperti yang dimiliki Telegram, Kik, WeChat, serta aplikasi chat yang baru & keren Peach… apabila fitur ini diaktifkan maka WhatsApp lebih bergengsi menurut saya 😋.